Wisata Akar Seribu Mojokerto

Wisata Akar Seribu Mojokerto

ADS1
ADS2
Wisata Akar Seribu Mojokerto – Mojokerto kaya dengan wisata alamnya jadi sangat pusing untuk memelih lokasi yang paling tepat untuk tujuan rekreasi. Di Mojokerto terdapat pemandangan unik yang berbeda dengan yang lain dan bahkan ini memiliki nilai sejarah. Wisata ini adalah akar seribu, bagaimana bisa di sebut dengan akar seribu? Ya betul ini adalah akan pohon yang sangat besar dan sudah berumur ratusan tahun, disamping itu terdapat kaitannya pohon ini dengan zaman kerajaan.

Wisata alam akar seribu di Mojokerto ini sering mengundang wisatawan karena memang bentuknya yang unik dan juga bisa menjadi spot aka selfie yang spektakuler. Pohon raksasa ini memiliki banyak akar tunjang yang banyak sekali dan ukurannya yang luar biasa besar. Ketinggian pohon mencapai kurang lebih 50 meter. Pohon ini disebut sebagai akar seribu karena jumlah akarnya sangat banyak dan besar-besar.

Pohon akar seribu ini sering disebut oleh warga Mojokerto pohon taligoro atau dengan kata umum pohon koang. Ukuran batang sangat besar bahkan diameter pohon saja terukur kurang lebih 7 meter. Menariknya lagi disamping pohon ini terdapat aliran sungai dengan airnya yang sangat jernih. Sungai ini disebut dengan sungai sooko bagal yang mata airnya berasal dari gunung anjasmara.


Dengan keindahan alam yang luar biasanya ini, tentunya pengunjung tidak mau melewatkan untuk mengambil gambar dengan latar pohon seribu yang di padukan dengan sungai yang ada di dekatnya. Tak sebatas itu saja, wisatawan dapat naik ke akar pohon dan sekaligus bermain air dan berenang di sungan yang ada disebelah pohon raksasa ini.
Kunjungi juga : Air Terjun Grenjengan Pacet
Bukan hanya pemandangan akar seribu saja yang dapat menjadi hiburan, tetapi hutan yang hiau dan sejuk juga memiliki daya tarik tersendiri dan menjadikan kawasan ini menjadi lebih memikat.

Kaitan Sejarah Akar Seribu

Berdasarkan cerita tokoh masyarakat, Pohon dengans sebutan akar seribu ini adalah pohon koang atau akar seribu ini menjadi media pelindung oleh Ronggolawe. Ronggolawe sendiri pernah menjadi anggota atau bagian penting dari kerajaan Majapahit. Tetapi dari sakit hati karena kurang setuju dengan diangkatnya Nambi menjadi patih Majapahit. Maka Ronggolawe memilih mundur dari Majapahit dan pulang ke Tuban.

Sejak itu Ronggolawe menjadi musuh dari Majapahit, suatu ketika terjadi bentrok antara pasukan Ronggolawe dengan pasukan Majapahit yang di panglimai oleh Kebo Anabrang. Pada pertempuran itu pasukan Ronggolawe terdesak hingga ke kaki gunung anjasmara. Ronggolawe dan bala tentaranya bersembunyi di balik pohon akar seribu ini dan menghilang di sana bersama pasukannya.

Menghilangnya Ronggolawe dengan pasukannya itu adalah untuk menyelamatkan diri dari kepungan bala tentara Majapahit yang menyerangnya. Kemampuan menghilang ini dipercaya karena keampuhan keris megalamat dan akhirnya mereka tidak sampai tertangkap oleh pasukan Majapahit.

Lokasi Wisata akar seribu

Lokasi akar seribu secara administratif ini masuk wilayah Dsn. Begagan, Ds. Begaganlimo, Gondang, Mojokerto, Jawa Timur. Atau berada di pegunungan anjasmara.

Awalnya daerah ini belum diketahui oleh masyarakat luas, tetapi dengan kemajuan internet banyak orang yang berbagi di sosial media, sehingga akar seribu ini membuat orang penasaran dan ingin merapat ke sana. Karena adanya kenaikan jumlah pengunjung akhirnya dibangun jalan setapak dan juga jembatan bambu untuk menuju ke lokasi.
Baca : Daftar wisata di Mojokerto
Ini adalah wisata alternatif yang bisa anda kunjungi setiap saat, tak hanya sekedar itu, jika anda ke wisata akar seribu tidak tidak perlu menyediakan budget yang terlalu tinggi. Karena di sana anda tidak perlu membayar tiket masuk atau untuk membayar wahana dan permainan. Namun anda harus tetap memberikan imbalan kepada orang yang menjaga parkir kendaraan. Sebab untuk sampai di lokasi akar seirbu anda harus berjalan kaki dan menitipkan sepeda di tempat parkir. Sebenarnya bayar parkir ini sukarela, tapi alangkah baiknya bila anda memberikan sedikit imbalan kepada mereka.

Baiklah sobat selamat berlibur, jangan menjadikan tempat wisata menjadi ajang maksiat, serta membuat kerusakan. Hati-hati di jalan.


Advertisement
ADS3


Contact Us

Name

Email *

Message *

Back To Top